Kisah Marie Thomas, Dokter Perempuan Pertama di Indonesia
Marie Thomas (kiri) dan Aletta Jacobs (kanan), dokter perempuan pertama di Belanda © javapost.nl Pada 1851, sebuah sekolah dokter berdiri untuk pertama kalinya di Indonesia (kala itu masih bernama Hindia – Belanda). Mulanya bernama Sekolah Dokter Djawa, lalu akhirnya berganti menjadi STOVIA (School Tot Opleiding Van Inlandsche Artsen), Sekolah Dokter untuk Hindia Belanda. Kala itu, dominasi murid di SOTIVA adalah kaum laki – laki. Perempuan yang berupaya untuk mendaftar ke STOVIA masih mendapatkan penolakan. Hingga akhirnya, kemunculan Aletta Jacobs, dokter perempuan pertama di Belanda membawa perubahan yang cukup besar di kalangan STOVIA. Pertemuannya dengan Gubernur Jenderal A.W.F Idenburg membawa angin segar bagi dunia medis di Hindia – Belanda, terutama untuk kaum perempuan. Dalam pertemuannya dengan Idenburg, Jacobs menyampaikan pernyataannya bahwa perempuan di Rumah Sakit, perempuan membutuhkan penanganan dari tenaga medis perempuan. Hal yang masih menjadi keterbatasan in...